Anatomi Sebuah Agen
Agen AI lebih dari sekadar prompt. Ia memerlukan memori terstruktur (Vector DB), akses API (Tools), dan kerangka reasoning (ReAct/Plan-and-Solve) yang diorkestrasi oleh arsitek sistem.
R&D & Implementation
Masa depan software bukan sekadar aplikasi pasif, melainkan agen yang memiliki tujuan (goal-oriented), memori, dan kebebasan untuk menggunakan alat (tools) demi menyelesaikan masalah.
Agen AI lebih dari sekadar prompt. Ia memerlukan memori terstruktur (Vector DB), akses API (Tools), dan kerangka reasoning (ReAct/Plan-and-Solve) yang diorkestrasi oleh arsitek sistem.
Mulai dari asisten coding yang memperbaiki bug sendiri, hingga agen riset pasar yang menelusuri web dan menyusun laporan komprehensif secara paralel.
Chatbot biasanya fokus menjawab percakapan, sedangkan AI agent bisa dirancang untuk memakai tools dan menjalankan beberapa langkah dalam workflow.
Tidak selalu. AI agent sederhana bisa dibuat dengan no-code atau low-code tools seperti n8n, tergantung kebutuhan dan integrasinya.
Cocok jika dimulai dari use case kecil seperti riset konten, rangkuman, atau draft balasan, lalu dikembangkan perlahan.