Sekarang membuat web app seperti Trello tidak harus dimulai dari coding manual yang panjang. Dengan bantuan AI dan workflow vibe coding, proses development bisa menjadi jauh lebih cepat.
Di video ini saya membahas bagaimana cara membuat aplikasi task management mirip Trello menggunakan kombinasi beberapa tools modern. Mulai dari generate UI, setup backend, sampai deploy aplikasi ke internet.
Di artikel ini kita fokus membahas workflow dan konsepnya secara umum karena langkah teknis detailnya sudah saya jelaskan langsung di video tutorial.
Link: https://youtu.be/N-EeNUtbXX8
Mulai dari Generate UI dengan AI
Langkah pertama biasanya dimulai dengan membuat UI aplikasi terlebih dahulu.
Untuk proses ini saya menggunakan tools seperti:
- Lovable
- Bolt.new
Kita cukup menjelaskan tampilan aplikasi yang ingin dibuat, misalnya dashboard task management dengan board dan card seperti Trello.
AI kemudian membantu menghasilkan struktur UI awal sehingga proses development menjadi jauh lebih cepat.
Simpan Project ke GitHub
Setelah UI selesai dibuat, project kemudian disimpan ke GitHub.
GitHub berfungsi sebagai tempat penyimpanan source code sekaligus memudahkan workflow development berikutnya.
Dengan workflow seperti ini, project jadi lebih mudah untuk dilanjutkan di berbagai tools development lainnya.
Lanjut Development di Kiro
Tahap berikutnya adalah import project ke Kiro untuk melanjutkan proses development.
Di tahap ini biasanya mulai dilakukan:
- Penyesuaian UI
- Penambahan fitur
- Perapihan struktur code
- Integrasi logic aplikasi
AI tetap digunakan untuk membantu mempercepat proses coding dan development.
Connect ke Supabase
Agar aplikasi bisa menyimpan data task dan board, kita membutuhkan database.
Di workflow ini saya menggunakan Supabase sebagai backend database.
Supabase membantu menangani:
- Penyimpanan data
- Sistem database PostgreSQL
- API backend
- Integrasi data aplikasi
Dengan pendekatan ini, aplikasi task management bisa benar benar berjalan dan menyimpan data secara real time.
Deploy ke Vercel
Setelah aplikasi selesai dibuat, langkah terakhir adalah deploy ke production.
Untuk deployment saya menggunakan Vercel supaya aplikasi bisa langsung diakses secara online.
Workflow seperti ini membuat proses build aplikasi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan metode development tradisional.
Workflow Modern dengan Bantuan AI
Pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana AI mulai mengubah cara kita membangun aplikasi.
Kita tidak lagi memulai semuanya secara manual, tetapi memanfaatkan AI untuk:
- Generate UI
- Membantu coding
- Mempercepat development
- Membantu iterasi aplikasi
Dengan workflow modern seperti ini, proses membuat MVP atau prototype aplikasi menjadi jauh lebih efisien.
Kesimpulan
Membuat web app mirip Trello sekarang bisa dilakukan lebih cepat dengan kombinasi AI dan workflow vibe coding. Mulai dari generate UI di Lovable atau Bolt, lanjut development di Kiro, menggunakan Supabase sebagai database, lalu deploy ke Vercel.
Pendekatan seperti ini membantu mempercepat proses build aplikasi tanpa harus kehilangan fleksibilitas dalam development. Untuk melihat bagaimana workflow lengkapnya dilakukan dari awal sampai live, penjelasan detailnya bisa dilihat di video tutorial yang sudah saya buat.



