Pada tutorial sebelumnya kita sudah berhasil menginstal Hermes Agent di localhost. Cara tersebut sangat cocok untuk belajar karena prosesnya sederhana dan bisa langsung dicoba di laptop.
Namun ada satu kekurangan yang cukup penting. Ketika laptop dimatikan atau kehilangan koneksi internet, Hermes Agent juga akan berhenti bekerja. Hal ini tentu kurang ideal jika kita ingin menggunakan AI Agent sebagai asisten yang selalu aktif.
Solusinya adalah menjalankan Hermes Agent di VPS. Dengan VPS, Hermes Agent dapat berjalan selama 24 jam sehingga siap menerima perintah kapan saja, termasuk melalui Telegram.
Di artikel ini kita membahas workflow instalasi secara umum. Untuk proses instalasi lengkap, konfigurasi, hingga praktik langsung, kamu bisa mengikuti video tutorial yang saya sematkan pada halaman ini.
Menjalankan Hermes Agent di VPS memiliki beberapa keuntungan dibandingkan localhost.
Beberapa di antaranya yaitu:
AI Agent tetap aktif selama 24 jam.
Tidak bergantung pada laptop.
Lebih stabil untuk automation.
Mudah diakses dari mana saja.
Cocok untuk penggunaan pribadi maupun bisnis.
Jika nantinya Hermes Agent digunakan untuk membantu pekerjaan harian atau automation, menjalankannya di VPS adalah pilihan yang jauh lebih baik.
Saat memilih VPS, pastikan spesifikasinya cukup untuk menjalankan Hermes Agent dengan nyaman.
Pada video ini saya menggunakan Hostinger VPS karena proses setup-nya cukup mudah, performanya sudah memadai untuk AI Agent, dan tersedia fitur deploy aplikasi hanya dengan beberapa klik.
Untuk penggunaan Hermes Agent, saya juga menyarankan memilih paket yang memiliki resource lebih lega agar performa tetap stabil ketika nanti mulai menjalankan berbagai automation.
Salah satu hal yang saya sukai dari Hostinger adalah tersedianya Docker Manager.
Dengan fitur ini kita tidak perlu melakukan instalasi yang rumit melalui Terminal.
Prosesnya secara umum sangat sederhana:
Membuat VPS.
Melakukan setup awal.
Membuka Docker Manager.
Memilih Hermes Agent.
Melakukan deploy.
Beberapa menit kemudian Hermes Agent sudah siap digunakan.
Pendekatan seperti ini tentu jauh lebih ramah untuk pemula yang baru belajar menggunakan VPS.
Setelah Hermes Agent berhasil di-deploy, langkah berikutnya adalah memilih AI Provider yang akan digunakan.
Pada tutorial ini saya menggunakan Nexos AI yang dapat langsung diintegrasikan dengan Hostinger.
Namun Hermes Agent juga mendukung berbagai AI Provider lainnya sehingga kita bebas menentukan model AI sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.
Jika suatu saat ingin berpindah model AI, prosesnya juga cukup mudah karena Hermes Agent menyediakan banyak pilihan model yang dapat langsung digunakan.
Setelah proses deploy selesai, kita sudah bisa membuka dashboard Hermes Agent menggunakan username dan password yang dibuat saat instalasi.
Melalui dashboard inilah kita dapat:
Mengganti AI model.
Mengatur channel.
Melihat history percakapan.
Mengelola memory.
Mengatur berbagai konfigurasi AI Agent.
Dashboard ini nantinya akan menjadi pusat pengelolaan Hermes Agent.
Salah satu integrasi yang paling sering digunakan adalah Telegram.
Dengan Telegram, kita dapat mengakses Hermes Agent langsung dari aplikasi chat tanpa harus membuka dashboard setiap saat.
Secara umum prosesnya meliputi:
Membuat Bot Telegram menggunakan BotFather.
Mendapatkan Bot Token.
Mengambil User ID Telegram.
Memasukkan konfigurasi ke Hermes Agent.
Mengaktifkan channel Telegram.
Setelah konfigurasi selesai, Hermes Agent sudah dapat menerima dan membalas pesan melalui Telegram.
Setelah Telegram berhasil terhubung, kita bisa langsung mulai mengobrol dengan Hermes Agent.
Misalnya untuk:
Bertanya tentang suatu topik.
Membuat ide konten.
Menyusun checklist pekerjaan.
Membantu brainstorming.
Memberikan rekomendasi aktivitas harian.
Semua percakapan juga akan tersimpan sehingga kita bisa melihat riwayat chat langsung dari dashboard Hermes Agent.
Hal ini sangat membantu ketika ingin mengecek aktivitas AI atau melakukan debugging jika terjadi masalah.
Setelah Hermes Agent berhasil berjalan di VPS dan terhubung ke Telegram, kita sudah memiliki fondasi yang sangat baik untuk membangun berbagai automation.
Misalnya:
AI assistant pribadi.
Daily briefing.
Pengingat pekerjaan.
Ide konten otomatis.
Ringkasan email.
Monitoring aktivitas.
Workflow AI lainnya.
Pada video-video berikutnya, workflow ini akan terus dikembangkan dengan berbagai integrasi dan use case yang lebih kompleks.
Menginstal Hermes Agent di VPS merupakan langkah berikutnya setelah berhasil menjalankannya di localhost. Dengan VPS, AI Agent dapat berjalan selama 24 jam sehingga jauh lebih cocok digunakan untuk automation maupun sebagai asisten pribadi yang selalu aktif.
Setelah Hermes Agent berhasil di-deploy, kita juga dapat menghubungkannya dengan Telegram sehingga AI dapat diakses langsung melalui aplikasi chat sehari-hari. Kombinasi VPS dan Telegram membuat Hermes Agent menjadi lebih praktis digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik untuk belajar maupun membangun workflow automation yang lebih serius. Untuk melihat proses instalasi dan konfigurasi lengkapnya, kamu bisa mengikuti video tutorial yang sudah saya buat.