Setelah berhasil menginstal Hermes Agent di localhost maupun VPS, langkah berikutnya adalah memahami dashboard yang menjadi pusat pengelolaan seluruh fitur Hermes Agent.
Bagi pemula, tampilan dashboard mungkin terlihat cukup banyak karena terdapat berbagai menu seperti Chat, Session, File, Model, Channel, Skill, hingga Profile. Namun sebenarnya setiap menu memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
Dengan memahami fungsi masing-masing menu sejak awal, proses belajar Hermes Agent akan terasa jauh lebih mudah. Kita juga tidak akan bingung ketika mengikuti tutorial-tutorial berikutnya yang membahas fitur lebih lanjut.
Di artikel ini kita hanya membahas gambaran umum setiap menu. Untuk praktik penggunaan secara langsung, kamu bisa mengikuti video tutorial yang saya sematkan pada halaman ini.
Dashboard Hermes Agent merupakan tempat untuk mengelola hampir seluruh konfigurasi AI Agent.
Mulai dari memilih model AI, menghubungkan Telegram, mengatur automation, sampai melihat aktivitas AI semuanya dilakukan melalui dashboard ini.
Karena itu, mengenal dashboard menjadi langkah penting sebelum mulai membangun workflow automation yang lebih kompleks.
Menu Chat digunakan untuk berinteraksi langsung dengan AI.
Melalui menu ini kita bisa mengajukan pertanyaan, meminta bantuan membuat ide, merangkum informasi, atau melakukan brainstorming tanpa harus menghubungkan Hermes Agent ke Telegram terlebih dahulu.
Menu ini sangat cocok digunakan untuk melakukan pengujian AI sebelum mulai membuat automation.
Semua riwayat percakapan akan tersimpan pada menu Session.
Melalui menu ini kita dapat melihat history percakapan yang pernah dilakukan, membuat session baru, maupun melanjutkan percakapan sebelumnya.
Fitur ini sangat membantu ketika AI digunakan untuk project yang berbeda karena setiap percakapan tetap tersimpan dengan rapi.
Hermes Agent juga menyediakan menu File untuk menyimpan berbagai dokumen pendukung.
Kita dapat mengunggah:
File PDF
Gambar
Dokumen
File referensi lainnya
Dokumen tersebut nantinya dapat digunakan sebagai referensi ketika AI mengerjakan suatu tugas sehingga jawaban yang diberikan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan.
Menu Model digunakan untuk memilih AI Provider dan AI Model yang ingin digunakan.
Hermes Agent mendukung berbagai provider sehingga kita dapat menyesuaikan model AI berdasarkan kebutuhan maupun biaya yang tersedia.
Jika suatu saat ingin berpindah model AI, prosesnya juga dapat dilakukan melalui menu ini tanpa harus melakukan instalasi ulang.
Saat membangun automation, terkadang muncul error atau warning.
Melalui menu Log, kita dapat melihat berbagai aktivitas Hermes Agent termasuk:
Riwayat aktivitas
Warning
Error API
Error Gateway
Informasi debugging
Menu ini menjadi salah satu tempat pertama yang perlu diperiksa ketika workflow mengalami masalah.
Hermes Agent juga memiliki fitur Cron untuk membuat automation berdasarkan jadwal tertentu.
Sebagai contoh:
Daily briefing setiap pagi.
Ringkasan berita setiap malam.
Pengingat pekerjaan.
Laporan mingguan.
Automation yang berjalan pada jam tertentu.
Dengan Cron, Hermes Agent dapat menjalankan tugas secara otomatis tanpa harus dijalankan secara manual setiap hari.
Salah satu kelebihan Hermes Agent adalah kemampuannya menambahkan Skill dan Plugin.
Skill berfungsi sebagai kemampuan tambahan agar AI lebih memahami topik tertentu.
Misalnya skill untuk:
Notion
Database
Markdown
API tertentu
Workflow khusus
Sedangkan Plugin digunakan untuk menambahkan fitur tambahan sesuai kebutuhan pengguna.
Hermes Agent juga mendukung MCP (Model Context Protocol).
Melalui menu ini kita dapat menghubungkan Hermes Agent dengan berbagai aplikasi lain yang mendukung MCP.
Pendekatan ini membuat Hermes Agent menjadi lebih fleksibel karena dapat berinteraksi dengan tools lain dalam workflow automation modern.
Menu Channel menjadi salah satu menu yang paling sering digunakan.
Melalui menu ini kita dapat menghubungkan Hermes Agent dengan berbagai platform komunikasi seperti:
Telegram
Discord
Slack
Dan berbagai channel lainnya
Pada playlist ini, Telegram menjadi channel utama karena proses konfigurasinya cukup sederhana dan sangat nyaman digunakan untuk belajar.
Menu Webhook memungkinkan Hermes Agent menerima request atau event dari aplikasi lain.
Sebagai contoh, webhook dapat digunakan untuk menerima data dari website, API, maupun workflow automation seperti n8n.
Dengan fitur ini, Hermes Agent dapat menjadi bagian dari sistem automation yang lebih besar.
Salah satu fitur yang menurut saya paling menarik adalah Profile.
Melalui menu ini kita dapat membuat beberapa profile AI yang memiliki konfigurasi masing-masing.
Sebagai contoh:
Personal Assistant
Content Creator
Programmer
Customer Service
Marketing
Setiap profile dapat menggunakan AI Model, Skill, Session, dan konfigurasi yang berbeda sehingga lebih mudah disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.
Menu Config digunakan untuk mengatur konfigurasi utama Hermes Agent.
Sedangkan menu API Key digunakan untuk mengelola credential berbagai AI Provider maupun layanan lain yang akan digunakan Hermes Agent.
Melalui kedua menu ini kita dapat melakukan pengaturan lanjutan sesuai kebutuhan workflow yang sedang dibangun.
Dashboard juga menyediakan informasi mengenai kondisi sistem yang sedang berjalan.
Selain itu tersedia tombol Restart Gateway yang biasanya digunakan setelah melakukan perubahan konfigurasi atau menambahkan channel baru seperti Telegram agar gateway kembali aktif menggunakan konfigurasi terbaru.
Dashboard Hermes Agent merupakan pusat pengelolaan seluruh fitur yang tersedia, mulai dari memilih AI model, mengatur automation, menghubungkan berbagai channel komunikasi, hingga mengelola profile AI yang berbeda untuk setiap kebutuhan.
Sebagai pemula, kamu tidak perlu langsung menguasai semua menu sekaligus. Cukup pahami fungsi dasar dari masing-masing menu terlebih dahulu, kemudian ikuti tutorial berikutnya secara bertahap. Dengan cara ini, proses belajar Hermes Agent akan terasa jauh lebih mudah dan kamu akan lebih siap membangun berbagai workflow AI automation sesuai kebutuhan.